Minggu, 26 Februari 2012

Peranan Tenaga Kesehatan


PERANAN TENAGA KESEHATAN


Mikrobiologi kedokteran sangat berperan dalam penanganan penyakit infeksi terutama untuk mengetahui penyebab infeksinya sehingga mudah diketahui berbagai cara penanggulangannya baik yang terjadi di komunitas maupun di rumah sakit.
Mikrobiologi klinik ini berperan pada semua tahap proses medis, mulai tahap pengkajian, tahap analisis dan penegakan diagnosis klinik, penyusunan rancangan intervensi medis, implementasi rancangan intervensi medis, sampai dengan tahap evaluasi dan penetapan tindak lanjut.
Selain itu berfungsi juga untuk melaksanakan tindakan surveilans, pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi serta secara aktif melaksanakan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan lain maupun masyarakat.
Pada proses pelayanan / asuhan medis dalam menghadapi masalah medis yang berhubungan dengan infeksi, diagnosis rasional dan bijak apabila analisis data dan informasi hasil pengkajian menggunakan landasan teori dan konsep mikrobiologi kedokteran, terutama pentingnya merancang alternatif tindakan dan terapi antibiotik pilihan (educated guess).
Resistensi bakteri terhadap antimikroba (resistensi antimikroba) telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia, karena menyulitkan terapi penderita dengan antibiotik pada penyakit infeksi sebagai dampak yang merugikan karena dapat menurunkan mutu pelayanan kesehatan.
Data pola keseluruhan penggunaan antibiotik di dalam rumah sakit telah terlihat dalam kepustakaan selama lebih dari satu dekade. Umumnya data tersebut menunjukkan bahwa seperempat sampai sepertiga populasi yang dirawat di rumah sakit telah menerima antibiotik sistemik.
Berdasarkan penelitian Djoko Widodo di RSCM Jakarta dinyatakan bahwa 52% dari seluruh terapi antimikroba dipertimbangkan tidak sesuai. Berdasarkan pada penggunaannya pada pelayanan diketahui bahwa 42% dari seluruh pelayanan medik tidak sesuai sedangkan dibagian bedah mencapai 62% dari seluruh terapi antibiotik.
Penggunaan yang cukup banyak obat-obat antibakteri tertentu di rumah sakit, apakah pemberiannya untuk indikasi yang tepat atau tidak, mempunyai efek yang besar terhadap inang yang menerima obat-obat tersebut dan bakteri yang terpapar oleh obat tersebut.
Sejumlah pendekatan dilakukan untuk pengendalian penyalahgunaan antibiotik, diantaranya dengan melakukan pendidikan staf dan mencoba membatasi penggunaan antbiotik tertentu dengan komunikasi erat dengan apoteker, klinisi dan ahli mikrobiologi.
Selain itu pemberian obat dibatasi hanya untuk terapi sesuai dan dilakukan pembatasan terhadap agen-agen yang potensial toksik dan mahal. Pemilihan obat juga harus bijaksana termasuk dalam penulisan resep.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tempat komentar ini digunakan untuk:

1. Memberikan kritik / saran yang bersifat membangun untuk kelancaran dan peningkatan blog ini.

2. Mengajukan pertanyaan, jika ada materi yang tidak jelas atau belum paham. (hanya di jawab jika penulis mampu dan mempunyai ilmu mengenai yang ditanyakan)

3. Share informasi tambahan dari pembaca

Terimakasih...