6) PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT YANG DISEBABKAN MIKROBA
} Metode pencegahan dan pengobatan yang telah dikemukankan untuk memberantas penyakit karena mikroba mencakup:
- Imunisasi (vaksinasi)
- Antiseptis (cara-cara untuk meniadakan atau mengurangi kemungkinan infeksi)
- Kemoterapi (perawatan pasien dengan bahan kimia)
- Dan cara-cara kesehatan masyarakat (pemurnian air, pembuangan limbah, dan pengawetan makanan)
- Fagositosis
Imunisasi
} Pasteur melanjutkan penemuannya mengenai penyebab dan pencegahan penyakit menular, misalnya kolera ayam dan menumbuhkannya pada biakan murni.
} Pasteur secara tidak sengaja membuat suatu langkah percobaan menemukan vaksin.
} Awalnya dia menyuntikkan biakan murni bakteri kolera ayam berumur 8 minggu. Ternyata ayam tersebut tetap sehat.
} Selanjutnya Pasteur mencari biakan virulen segar bakteri kolera ayam kembali dan disuntikkan pada dua macam ayam yang pertama ayam yang diinokulasi terlebih dahulu dan pada ayam yang tidak diinokulasi sebelumnya.
 |
| Experimen Vaksin |
} Prinsip imunisasi sebagaiana yang didemonstrasikan oleh Pasteur. Mula-mula ayam-ayam diinokulasi dengan biakkan bakeri kolera berumur beberapa minggu dan ayam ini tetap sehat.
} Beberapa minggu kemudian Pasteur menginokulasi ayam-ayam tersebut dengan biakan segar bakteri kolera ayam. Biakan virulen yang segar ini tidak membuat ayam-ayam tersebut sakit, tetapi membunuh ayam-ayam yang belum diinokulasi dengan biakan sebelumnya.
} Percobaan ini menunjukkan bahwa biakan “tua” bakteri kolera ayam, sekalipun tidak mampu menimbukan penyakit, dapat menyebabkan ayam-ayam itu menghasilkan substansi pelindung yang disebut antibodi dan dalam darahnya.
} Bakteri “tua” kehilangan virulensinya (kemampuan menimbulkan penyakit) setelah dibiarkan tumbuh dan menjadi tua.
} Tetapi bakteri yang teratenuasi (kurang virulen) ini masih dapat merangsang inangnya untuk membentuk antibodi, substansi yang melindungi inang terhadap infeksi berikutnya oleh organisme virulen yang sama.
} Kemudian Pasteur menerapkan prinsip inokulasi dengan biakan yang diatenuasi terhadap pencegahan antraks.
} Biakan bakteri yang diatenuasi di namakan vaksi (istilah yang diturunkan dari bahasa Latin vacca yang berarti sapi)dan diimunisasi dengn biakan bakteri yang diatenuasi disebut vaksinasi.
} Selain itu prinsip ini juga dipakai untuk mengobati penyakit rabies.
Fagositosis
} Elie Metchnikoff (1845 – 1916) yang bekerja di Laboratorium Pasteur mengamati bahwa leukosit, (semacam sel dari darah manusia, dapat memakan bakteri penyebab penyakit yang ada di dalam tubuh.
} Pelindung terhadap infeksi ini dinamakan “fagositosis”.
} Dari pengamatan tersebut maka Elie membuat hipotesis bahwa fagositosit merupakan barisan pertahanan pertama yang penting bagi si penderita terhadap mikroorganisme yang menyerbu tubuh.
} Fagositosit adalah mekanisme pertahanan alamiah terhadap penyakit dengan proses dimakannya benda-benda partikulat oleh sel-sel tertentu.
Antiseptis
} Dalam pengertian umum, kata septis berarti infeksi ; antiseptis berkenaan dengan cara-cara pemberantasan atau pencegahan infeksi.
} Semmelweis memperkenalkan cara-cara antiseptik selama kelahiran agar mengurangi terjadinya demam nifas karena mikroba
} Lister mencatat 45% pasien meninggal setelah pembedahan. Desinfektan pada saat itu belum dikenal, tetapi asam karbolat (fenol) sudah diketahui membunuh bakteri.
} Maka Lister menggunakan larutan encer asam tersebut untuk merendam perlengkapan bedah dan menyemprot ruang bedah.
} Prinsip teknik antiseptik ini digunakan untuk mencegah masuknya mikroba ke dalam luka atau insisi.