Tampilkan postingan dengan label Mikroorganisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikroorganisme. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

Sterilisasi dan Desinfeksi - Pengertian


Konsep Dasar
Sterilisasi dan Desinfektan


TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS :
Menjelaskan Konsep Dasar Sterilisasi dan Desinfeksi

SUMBER BUKU:
Fakultas Kedokteran UI. (1993). Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Bina Rupa Aksara : Jakarta.


POKOK / SUB POKOK BAHASAN:
4.1.3   

PENGERTIAN
¢  Antiseptis : mencegah pertumbuhan atau aktivitas mikroorganisme baik dengan cara menghambat atau membunuh; dipakai untuk zat-zat kimia terhadap jaringan hidup.
¢  Antiseptik : Zat kimia yang dipakai untuk maksud antiseptis.
¢  Disinfeksi : membunuh organisme-organisme pathogen (kecuali spora kuman) dengan cara fisik atau kimia; dilakukan terhadap benda mati.
¢  Disinfektan : Zat (biasanya kimia) yang dipakai untuk maksud disinfeksi.
¢  Sterilisasi : Setiap proses (kimia atau fisik) yang membunuh semua bentuk hidup terutama mikroorganisme.
¢  Cide (sid) : akhiran yang menunjukkan bahwa zat (biasanya kimia) yang dipakai, mampu membunuh misalnya bakterisid; virusid; sporosid.
¢  Statik : akhiran yang menunjukkan bahwa zat (biasanya kimia) yang dipakai, mampu mencegah pertumbuhan organism tapi tidak membunuhnya (spora juga tidak dibunuh) misalnya bakteristatik; fungistatik.

Sabtu, 25 Februari 2012

Sejarah Mikrobiologi - Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Yang Disebabkan Mikroba


6) PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT YANG DISEBABKAN MIKROBA

}  Metode pencegahan dan pengobatan yang telah dikemukankan untuk memberantas penyakit karena mikroba mencakup:
  1. Imunisasi (vaksinasi)
  2. Antiseptis (cara-cara untuk meniadakan atau mengurangi kemungkinan infeksi)
  3. Kemoterapi (perawatan pasien dengan bahan kimia)
  4. Dan cara-cara kesehatan masyarakat (pemurnian air, pembuangan limbah, dan pengawetan makanan)
  5. Fagositosis

Imunisasi
}  Pasteur melanjutkan penemuannya mengenai penyebab dan pencegahan penyakit menular, misalnya kolera ayam dan menumbuhkannya pada biakan murni.
}   Pasteur secara tidak sengaja membuat suatu langkah percobaan menemukan vaksin.
}  Awalnya dia menyuntikkan biakan murni bakteri kolera ayam berumur 8 minggu. Ternyata ayam tersebut tetap sehat.
}  Selanjutnya Pasteur mencari biakan virulen segar bakteri kolera ayam kembali dan disuntikkan pada dua macam ayam yang pertama ayam yang diinokulasi terlebih dahulu dan pada ayam yang tidak diinokulasi sebelumnya.
Experimen Vaksin

}  Prinsip imunisasi sebagaiana yang didemonstrasikan oleh Pasteur. Mula-mula ayam-ayam diinokulasi dengan biakkan bakeri kolera berumur beberapa minggu dan ayam ini tetap sehat.
}  Beberapa minggu kemudian Pasteur menginokulasi ayam-ayam tersebut dengan biakan segar bakteri kolera ayam. Biakan virulen yang segar ini tidak membuat ayam-ayam tersebut sakit, tetapi membunuh ayam-ayam yang belum diinokulasi dengan biakan sebelumnya.
}  Percobaan ini menunjukkan bahwa biakan “tua” bakteri kolera ayam, sekalipun tidak mampu menimbukan penyakit, dapat menyebabkan ayam-ayam itu menghasilkan substansi pelindung yang disebut antibodi dan dalam darahnya.

}  Bakteri “tua” kehilangan virulensinya (kemampuan menimbulkan penyakit) setelah dibiarkan tumbuh dan menjadi tua.
}  Tetapi bakteri yang teratenuasi (kurang virulen) ini masih dapat merangsang inangnya untuk membentuk antibodi, substansi yang melindungi inang terhadap infeksi berikutnya oleh organisme virulen yang sama.
}  Kemudian Pasteur menerapkan prinsip inokulasi dengan biakan yang diatenuasi terhadap pencegahan antraks.
}   Biakan bakteri yang diatenuasi di namakan vaksi (istilah yang diturunkan dari bahasa Latin vacca yang berarti sapi)dan diimunisasi dengn biakan bakteri yang diatenuasi disebut vaksinasi.
}   Selain itu prinsip ini juga dipakai untuk mengobati penyakit rabies. 


Fagositosis

}  Elie Metchnikoff (1845 – 1916) yang bekerja di Laboratorium Pasteur mengamati bahwa leukosit, (semacam sel dari darah manusia, dapat memakan bakteri penyebab penyakit yang ada di dalam tubuh.
}  Pelindung terhadap infeksi ini dinamakan “fagositosis”.

}  Dari pengamatan tersebut maka Elie membuat hipotesis bahwa fagositosit merupakan barisan pertahanan pertama yang penting bagi si penderita terhadap mikroorganisme yang menyerbu tubuh.
}  Fagositosit adalah mekanisme pertahanan alamiah terhadap penyakit dengan proses dimakannya benda-benda partikulat oleh sel-sel tertentu.



Antiseptis
}  Dalam pengertian umum,  kata septis berarti infeksi ; antiseptis berkenaan dengan cara-cara pemberantasan atau pencegahan infeksi.
}  Semmelweis memperkenalkan cara-cara antiseptik selama kelahiran agar mengurangi terjadinya demam nifas karena mikroba
} Lister mencatat 45% pasien meninggal setelah pembedahan. Desinfektan pada saat itu belum dikenal, tetapi asam karbolat (fenol) sudah diketahui membunuh bakteri.
} Maka Lister menggunakan larutan encer asam tersebut untuk merendam perlengkapan bedah dan menyemprot ruang bedah.
}  Prinsip teknik antiseptik ini digunakan untuk mencegah masuknya mikroba ke dalam luka atau insisi. 

Senin, 14 Februari 2011

Konsep Dasar Mikrobiologi - Sejarah Mikrobiologi



Mikrobiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang sangat kecil (diameter kurang dari 0,1 mm) yang tak dapat dilihat dengan mata biasa tanpa bantuan suatu peralatan khusus.
Makhluk ini, yang disebut jasad renik atau mikroorganisme, terdapat di mana-mana. Diantaranya ada yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, tetapi banyak pula yang merugikan dan menimbulkan penyakit.
Mikrobiologi meliputi berbagai disiplin ilmu seperti bakteriologi, imunologi, virology, mikologi dan parasitologi. Dalam mikrobiologi kedokteran, dipelajari mikroorganisme yang ada kaitannya dengan penyakit (infeksi); dan dicari jalan bagaimana cara pencegahan, penanggulangan serta pemberantasannya. Ilmu ini masih terus berkembang karena mikroorganisme sebagai makhluk hidup yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.



1.1  KONSEP DASAR MIKROBIOLOGI

1.1.1        SEJARAH MIKROBIOLOGI
Sejarah Mikrobiologi

Mikrobiologi ialah telaah mengenai organisme hidup yang berukuran mikroskop yang terdiri dari lima kelompok organisme:
-          Bakteri,
-          Protozoa,
-          Virus,
-          Algae, dan
-          Cendawan mikroskopis
Diantara mikroorganisme ada yang dapat menyebabkan penyakit dan menyebabkan perubahan kimiawi pada bahan-bahan sekitar. Beberapa mikroorganisme dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia diantaranya: pembuatan anggur, keju, roti, yoghurt, produksi penisilin, dan pembuangan limbah.

Pokok Bahasan