Tampilkan postingan dengan label Mikrobiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrobiologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

Soal Latihan Sterilisasi dan Desinfektan



Soal Latihan 1

1.    Zat yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang menempel pada lantai di rumah sakit disebut... 
2.    Pembersih tangan anti kuman yang digunakan untuk mengurangi sumber penyakit merupakn salah satu contoh ... 
3.    Ketika akan melakukan penelitian di lab, khususnya mikrobiologi sebaiknya tangan disemprot dengan ... 70%.
4.    Dokter ahli bedah yang berasal dari Inggris yang menemukan cara mengurangi kematian karena tidak steril adalah... 
5.    Salah satu cara bangsa Arab, ketika mendapatkan luka akibat sabetan pedang untuk mengurangi infeksinya adalah dengan menempelkan... 
6.    Bahan yang digunakan untuk membalut luka pada saat perang zaman dlu, dengan maksud sebagai antibakteri adalah... 
7.    Salah satu contoh dari limbah klinik yang digunakan untuk membalut luka... 
8.    Label berbahaya pada limbah patologi... 
9.    Proses mengurangi penggunaan volume limbah, konsentrasi, toksisitas dan tingkat bahaya merupakan salah satu usaha ... 
10. Pemisahan berbagai jenis aliran limbah menurut jenis komponennya disebut ... aliran limbah.
11. Kemampuan bakteri dalam mengatasi zat kimia yang dapat mematikan adalah dengan cara membentuk... tehadap berbagai anti mikroba.
12. Penggunaan ... dengan dosis yang tidak tepat dapat berbahaya terhadap pasien, karena penyakit yang ada di dalamtubuhnya membentuk kekebalan / resistensi terhadap obat tersebut. 
13. Limbah sisa hasil amputasi merupakan salah satu contoh limbah ... 
14. Nama lain dari demam nifas... 
15. Jika luka yag tidak segera dibersihkan dan ditangani dengan baik di hawatirkan akan terjadi ... oleh mikroba.




Soal Latihan 2 :



LATIHAN SOAL II STERILISASI DAN DESINFEKTAN

1.     Salah satu antiseptik kimia yang mampu melarutakan lemak...
2.    Pengunaan deterjen untuk mencuci pakaian dapat mengilangkan noda kotor di pakaian karena terjadinya ikatan antara molekul organik nonpolar ... dengan ...
3.    Salah satu ciri desinfektan adalah mudah ... sehingga ventilasi dan penyimpanannya harus diperhatikan
4.    Larutan yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata bayi yang baru lahir adalah...
5.    Beberapa alat di rumah sakit khususnya plastik (kateter, alat optik, dll) dapat dibersihkan dengan mudah dengan menggunakan... 
6.    Larutan formalin, jika dipanas akan membentuk uap yang disebut ... 
7.    Cara uji untuk mengukur pertumbuhan mikroba dalam suatu antiseptik yang akan dipasarkan biasanya digunakan cara ... 
8.    Disebut apakah suhu pada saat suspensi dari organisme yang telah di sterilkan di biarkan selama kurang lebih 10 menit? 
9.    Disebut apakah waktu yang diperlukan untuk mensterilkan suatu supesi organisme? 
10.  Alat yang mampu membunuh germisid oleh uap panas yang dihasilkan serta mampu menahan tekanan di atas 1 atm adalah... 
11.  Ada dua macam jenis pemanasan yaitu... 
12.  Salah satu efek negatif bagi orang yang sering terkena radiasi sinar ungu ultra adalah ...
13.  Saringan yang menggunakan tanah diatom dan porselen adalah... 
14.  Penyaringan udara selain dengan kapas dapat mengunakan ... saat praktikum yang membutuhkan lingkungan steril. 
15.  Siapakah penemu Penisilin? 
16.  Penisilin merupakan salah satu antibiotika yang mampu mempengaruhi ... dari sel bakteri.
17.  Salah satu antibiotika yang mengganggu fungsi DNA adalah mitosin yaitu dengan cara... 
18.  Antibiotik yang bekerja dengan cara mengganggu enzim, yakni dengan cara membentuk substrat yang strukturnya mirip dengan substratnya adalah ... 
19.  Pada saat kita membuat roti, sehingga mengembang di dalam oven, pada prinsipnya menggunakan... 
20. Salah satu syarat yang sifat dari antibiotik adalah bakterisid dan bukan bakteriostatik, maksudnya adalah... 

      Latihan Soal Mikrobiologi Dasar


      SOAL LATIHAN 

      1. Penemu Mikroskop sebagai alat bantu untuk melihat mikroba ditemukan oleh...
      2. Disebut teori apakah yang menyebutkan bahwa makhluk hidup dapat muncul dari benda tidak hidup?
      3. Penyakit apakah yang dapat menyebabkan seorang ibu meninggal ketika melahirkan, dan dapat ditularkan melalui bidan/dokter jika tidak steril pada proses membantu melahirkan?
      4. Proses dari tubuh / sel ketika ada benda asing yang membahayakan bagi tubuh dengan cara memakannya disebut...
      5. Pemanasan dengan cara diberika suhu tertentu hanya untuk mematikan bakteri yang tidak diinginkan disebut proses...


      SOAL Benar / Salah

      1. Teori yang menyebutkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya disebut Abiogenesis. (   B  /  S  )
      2. Ahli kimia peneliti fermentasi adalah Louise Pasteur. (   B  /  S   )
      3. Virulensi merupakan kemampuan dari mikroorganisme untuk menimbulkan penyakit bagi inangnya. (  B  /  S   )
      4. Desinfektan biasanya lebih digunakan untuk mikroorganisme yang hidup pada benda mati, sedangkan antiseptik biasanya digunakan jika inang merupakan sel / jaringan hidup. (  B  /  S   )
      5. Penggunaan media perkembangbiakan dengan menggunakan Gelatin dianggap paling sempurna karena mampu memberikan ekstrak makanan lebih dan bentuk yang tetap dalam setiap suhu termasuk suhu inkubasi bagi mikroorganisme yang akan dikembangbiakan. (  B  /  S   )

      Peranan Tenaga Kesehatan


      PERANAN TENAGA KESEHATAN


      Mikrobiologi kedokteran sangat berperan dalam penanganan penyakit infeksi terutama untuk mengetahui penyebab infeksinya sehingga mudah diketahui berbagai cara penanggulangannya baik yang terjadi di komunitas maupun di rumah sakit.
      Mikrobiologi klinik ini berperan pada semua tahap proses medis, mulai tahap pengkajian, tahap analisis dan penegakan diagnosis klinik, penyusunan rancangan intervensi medis, implementasi rancangan intervensi medis, sampai dengan tahap evaluasi dan penetapan tindak lanjut.
      Selain itu berfungsi juga untuk melaksanakan tindakan surveilans, pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi serta secara aktif melaksanakan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan lain maupun masyarakat.
      Pada proses pelayanan / asuhan medis dalam menghadapi masalah medis yang berhubungan dengan infeksi, diagnosis rasional dan bijak apabila analisis data dan informasi hasil pengkajian menggunakan landasan teori dan konsep mikrobiologi kedokteran, terutama pentingnya merancang alternatif tindakan dan terapi antibiotik pilihan (educated guess).
      Resistensi bakteri terhadap antimikroba (resistensi antimikroba) telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia, karena menyulitkan terapi penderita dengan antibiotik pada penyakit infeksi sebagai dampak yang merugikan karena dapat menurunkan mutu pelayanan kesehatan.
      Data pola keseluruhan penggunaan antibiotik di dalam rumah sakit telah terlihat dalam kepustakaan selama lebih dari satu dekade. Umumnya data tersebut menunjukkan bahwa seperempat sampai sepertiga populasi yang dirawat di rumah sakit telah menerima antibiotik sistemik.
      Berdasarkan penelitian Djoko Widodo di RSCM Jakarta dinyatakan bahwa 52% dari seluruh terapi antimikroba dipertimbangkan tidak sesuai. Berdasarkan pada penggunaannya pada pelayanan diketahui bahwa 42% dari seluruh pelayanan medik tidak sesuai sedangkan dibagian bedah mencapai 62% dari seluruh terapi antibiotik.
      Penggunaan yang cukup banyak obat-obat antibakteri tertentu di rumah sakit, apakah pemberiannya untuk indikasi yang tepat atau tidak, mempunyai efek yang besar terhadap inang yang menerima obat-obat tersebut dan bakteri yang terpapar oleh obat tersebut.
      Sejumlah pendekatan dilakukan untuk pengendalian penyalahgunaan antibiotik, diantaranya dengan melakukan pendidikan staf dan mencoba membatasi penggunaan antbiotik tertentu dengan komunikasi erat dengan apoteker, klinisi dan ahli mikrobiologi.
      Selain itu pemberian obat dibatasi hanya untuk terapi sesuai dan dilakukan pembatasan terhadap agen-agen yang potensial toksik dan mahal. Pemilihan obat juga harus bijaksana termasuk dalam penulisan resep.

      Limbah Mikrobiologi


      LIMBAH


      A. Bahaya limbah mikrobiologi
      Limbah yang dihasilkan rumah sakit dapat membahayakan kesehatan masyarakat, yaitu limbah berupa virus dan kuman yang berasal dan Laboratorium Virologi dan Mikrobiologi yang sampai saat ini belum ada alat penangkalnya sehingga sulit untuk dideteksi.
      Limbah cair dan Iimbah padat yang berasal dan rumah sakit dapat berfungsi sebagai media penyebaran gangguan atau penyakit bagi para petugas, penderita maupun masyarakat.
      Gangguan tersebut dapat berupa pencemaran udara, pencemaran air, tanah, pencemaran makanan dan minunian. Pencemaran tersebut merupakan agen agen kesehatan lingkungan yang dapat mempunyai dampak besar terhadap manusia (Agustiani dkk, 1998).

      B. Fungsi penanganan limbah
      Penanganan limbah dilakukan untuk mengurangi resiko kontaminasi dan masalah yang disebabkan oleh limbah terutama bagi lingkungan sekitar. Penanganan limbah meliputi limbah yang dihasilkan dari seluruh aktivitas, baik yang langsung berkaitan dengan bahan pensteril, bahan yang disterilkan, dan sample mikroorganisme dan proses yang dihasilkan.

      C. Macam – macam Limbah (rumah sakit)
      Pembuangan limbah yang berjumlah cukup besar ini paling baik jika dilakukan dengan memilah-milah limbah ke dalam pelbagai kategori. Untuk masing-masing jenis kategori diterapkan cara pembuangan limbah yang berbeda. Prinsip umum pembuangan limbah rumah sakit adalah sejauh mungkin menghindari resiko kontaminsai dan trauma (injury). jenis-jenis limbah rumah sakit meliputi bagian berikut ini (Shahib dan Djustiana, 1998) :


      1) Limbah Klinik
      Limbah dihasilkan selama pelayanan pasien secara rutin, pembedahan dan di unit-unit resiko tinggi. Limbah ini mungkin berbahaya dan mengakibatkan resiko tinggi infeksi kuman dan populasi umum dan staff rumah sakit.
      Oleh karena itu perlu diberi label yang jelas sebagai resiko tinggi. contoh limbah jenis tersebut ialah perban atau pembungkus yang kotor, cairan badan, anggota badan yang diamputasi, jarum-jarum dan semprit bekas, kantung urin dan produk darah.
      Ilustrasi Amputasi Tangan dan Perbaikannya


      2) Limbah Patologi
      Limbah ini juga dianggap beresiko tinggi dan sebaiknya diotoklaf sebelum keluar dari unit patologi. Limbah tersebut harus diberi label biohazard.
      Limbah Berbahaya yang diberi label Biohazard


      3) Limbah Bukan Klinik
      Limbah ini meliputi kertas-kertas pembungkus atau kantong dan plastik yang tidak berkontak dengan cairan badan. Meskipun tidak menimbulkan resiko sakit, limbah tersebut cukup merepotkan karena memerlukan tempat yang besar untuk mengangkut dan mambuangnya.

      4) Limbah Dapur
      Limbah ini mencakup sisa-sisa makanan dan air kotor. Berbagai serangga seperti kecoa, kutu dan hewan mengerat seperti tikus merupakan gangguan bagi staff maupun pasien di rumah sakit.
      Contoh Menu Makanan
      Jika makanan tersebut tidak dihabiskan, maka selain diberikan pada kucing, menjadi salah satu sampah dapur.


      5) Limbah Radioaktif
      Walaupun limbah ini tidak menimbulkan persoalan pengendalian infeksi di rumah sakit, pembuangannya secara aman perlu diatur dengan baik.
      Contoh Limbah Radio Aktif


      D. Macam – Macam Penanganan Limbah
      Pengolahan limbah pada dasarnya merupakan upaya mengurangi volume, konsentrasi atau bahaya limbah, setelah proses produksi atau kegiatan, melalui proses fisika, kimia atau hayati.
      Dalam pelaksanaan pengelolaan limbah, upaya pertama yang harus dilakukan adalah upaya preventif yaitu mengurangi volume bahaya limbah yang dikeluarkan ke lingkungan yang meliputi upaya mengunangi limbah pada sumbernya, serta upaya pemanfaatan limbah (Shahib, 1999).
      Program minimisasi limbah di Indonesia baru mulai digalakkan, bagi rumah sakit masih merupakan hal baru, yang tujuannya untuk mengurangi jumlah limbah dan pengolahan limbah yang masih mempunyai nilai ekonomi (Shahib, 1999).
      Berbagai upaya telah dipergunakan untuk mengungkapkan pilihan teknologi mana yang terbaik untuk pengolahan limbah, khususnya limbah berbahaya antara lain reduksi limbah (waste reduction), minimisasi limbah (waste minimization), pemberantasan limbah (waste abatement), pencegahan pencemaran (waste prevention) dan reduksi pada sumbernya (source reduction) (Hananto, 1999).
      Reduksi limbah pada sumbernya merupakan upaya yang harus dilaksanakan pertama kali karena upaya ini bersifat preventif yaitu mencegah atau mengurangi terjadinya limbah yang keluar dan proses produksi.
      Reduksi limbah pada sumbernya adalah upaya mengurangi volume, konsentrasi, toksisitas dan tingkat bahaya limbah yang akan keluar ke lingkungan secara preventif langsung pada sumber pencemar, hal ini banyak memberikan keuntungan yakni meningkatkan efisiensi kegiatan serta mengurangi biaya pengolahan limbah dan pelaksanaannya relatif murah (Hananto, 1999).
      Berbagai cara yang digunakan untuk reduksi limbah pada sumbernya adalah (Arthono, 2000) :
      1) House Keeping  yang baik, usaha ini dilakukan oleh rumah sakit dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan mencegah terjadinya ceceran, tumpahan atau kebocoran bahan serta menangani limbah yang terjadi dengan sebaik mungkin.
      2) Segregasi aliran limbah, yakni memisahkan berbagai jenis aliran limbah menurut jenis komponen, konsentrasi atau keadaanya, sehingga dapat mempermudah, mengurangi volume, atau mengurangi biaya pengolahan limbah.
      3) Pelaksanaan preventive maintenance, yakni pemeliharaan/penggantian alat atau bagian alat menurut waktu yang telah dijadwalkan.
      4) Pengelolaan bahan (material inventory), adalah suatu upaya agar persediaan bahan selalu cukup untuk menjamin kelancaran proses kegiatan, tetapi tidak berlebihan sehiugga tidak menimbulkan gangguan lingkungan, sedangkan penyimpanan agar tetap rapi dan terkontrol.
      5) Pengaturan kondisi proses dan operasi yang baik: sesuai dengan petunjuk pengoperasian/penggunaan alat dapat meningkatkan efisiensi.
      6) Penggunaan teknologi bersih yakni pemilikan teknologi proses kegiatan yang kurang potensi untuk mengeluarkan limbah B3 dengan efisiensi yang cukup tinggi, sebaiknya dilakukan pada saat pengembangan rumah sakit baru atau penggantian sebagian unitnya.

      Sabtu, 25 Februari 2012

      Sejarah Mikrobiologi - Aplikasi Dalam Bidang Kebidanan


      7) APLIKASI DALAM BIDANG KEBIDANAN

      }  Mikrobiologi Kedokteran sangat berperan dalam penanganan penyakit infeksi terutama untuk mengetahui penyebab infeksinya sehingga mudah diketahui berbagai cara penanggulangannya baik yang terjadi di komunitas maupun di rumah sakit.

      }  Pentingnya pemahaman mengenai mikroba ini diperlukan bagi dunia kebidanan. Pada saat membantu seorang ibu melahirkan seorang dokter / bidan harus memperhatikan kebersihan dengan menjaga sterilitas tempat maupun alat-alat. Dengan adanya pemahaman dasar mengenai bakteri, maka kemungkinan menyebarnya penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme dari pasien satu ke yang lain akan semakin kecil.

      }  Mikrobiologi kedokteran dalam pelayanan medis di klinik, selanjutnya disebut Mikrobiologi Klinik, berperan pada pada semua tahap proses medis, mulai tahap pengkajian, tahap analisis dan penegakan diagnosis klinik, penyusunan rancangan intervensi medis, implementasi rancangan intervensi medis, sampai dengan tahap evaluasi, dan penetapan tindak lanjut.

      }  Mikrobiologi Klinik adalah suatu cabang Ilmu Kedokteran Medik yang memanfaatkan kompentensi di bidang Kedokteran Umum dan Mikrobiologi Kedokteran untuk bersama-sama klinisi terkait melaksanakan tindakan surveilans, pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi serta secara aktif melaksanakan tindakan pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit, fasilitas pelayananan kesehatan lain maupun masyarakat.

      Sejarah Mikrobiologi - Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Yang Disebabkan Mikroba


      6) PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT YANG DISEBABKAN MIKROBA

      }  Metode pencegahan dan pengobatan yang telah dikemukankan untuk memberantas penyakit karena mikroba mencakup:
      1. Imunisasi (vaksinasi)
      2. Antiseptis (cara-cara untuk meniadakan atau mengurangi kemungkinan infeksi)
      3. Kemoterapi (perawatan pasien dengan bahan kimia)
      4. Dan cara-cara kesehatan masyarakat (pemurnian air, pembuangan limbah, dan pengawetan makanan)
      5. Fagositosis

      Imunisasi
      }  Pasteur melanjutkan penemuannya mengenai penyebab dan pencegahan penyakit menular, misalnya kolera ayam dan menumbuhkannya pada biakan murni.
      }   Pasteur secara tidak sengaja membuat suatu langkah percobaan menemukan vaksin.
      }  Awalnya dia menyuntikkan biakan murni bakteri kolera ayam berumur 8 minggu. Ternyata ayam tersebut tetap sehat.
      }  Selanjutnya Pasteur mencari biakan virulen segar bakteri kolera ayam kembali dan disuntikkan pada dua macam ayam yang pertama ayam yang diinokulasi terlebih dahulu dan pada ayam yang tidak diinokulasi sebelumnya.
      Experimen Vaksin

      }  Prinsip imunisasi sebagaiana yang didemonstrasikan oleh Pasteur. Mula-mula ayam-ayam diinokulasi dengan biakkan bakeri kolera berumur beberapa minggu dan ayam ini tetap sehat.
      }  Beberapa minggu kemudian Pasteur menginokulasi ayam-ayam tersebut dengan biakan segar bakteri kolera ayam. Biakan virulen yang segar ini tidak membuat ayam-ayam tersebut sakit, tetapi membunuh ayam-ayam yang belum diinokulasi dengan biakan sebelumnya.
      }  Percobaan ini menunjukkan bahwa biakan “tua” bakteri kolera ayam, sekalipun tidak mampu menimbukan penyakit, dapat menyebabkan ayam-ayam itu menghasilkan substansi pelindung yang disebut antibodi dan dalam darahnya.

      }  Bakteri “tua” kehilangan virulensinya (kemampuan menimbulkan penyakit) setelah dibiarkan tumbuh dan menjadi tua.
      }  Tetapi bakteri yang teratenuasi (kurang virulen) ini masih dapat merangsang inangnya untuk membentuk antibodi, substansi yang melindungi inang terhadap infeksi berikutnya oleh organisme virulen yang sama.
      }  Kemudian Pasteur menerapkan prinsip inokulasi dengan biakan yang diatenuasi terhadap pencegahan antraks.
      }   Biakan bakteri yang diatenuasi di namakan vaksi (istilah yang diturunkan dari bahasa Latin vacca yang berarti sapi)dan diimunisasi dengn biakan bakteri yang diatenuasi disebut vaksinasi.
      }   Selain itu prinsip ini juga dipakai untuk mengobati penyakit rabies. 


      Fagositosis

      }  Elie Metchnikoff (1845 – 1916) yang bekerja di Laboratorium Pasteur mengamati bahwa leukosit, (semacam sel dari darah manusia, dapat memakan bakteri penyebab penyakit yang ada di dalam tubuh.
      }  Pelindung terhadap infeksi ini dinamakan “fagositosis”.

      }  Dari pengamatan tersebut maka Elie membuat hipotesis bahwa fagositosit merupakan barisan pertahanan pertama yang penting bagi si penderita terhadap mikroorganisme yang menyerbu tubuh.
      }  Fagositosit adalah mekanisme pertahanan alamiah terhadap penyakit dengan proses dimakannya benda-benda partikulat oleh sel-sel tertentu.



      Antiseptis
      }  Dalam pengertian umum,  kata septis berarti infeksi ; antiseptis berkenaan dengan cara-cara pemberantasan atau pencegahan infeksi.
      }  Semmelweis memperkenalkan cara-cara antiseptik selama kelahiran agar mengurangi terjadinya demam nifas karena mikroba
      } Lister mencatat 45% pasien meninggal setelah pembedahan. Desinfektan pada saat itu belum dikenal, tetapi asam karbolat (fenol) sudah diketahui membunuh bakteri.
      } Maka Lister menggunakan larutan encer asam tersebut untuk merendam perlengkapan bedah dan menyemprot ruang bedah.
      }  Prinsip teknik antiseptik ini digunakan untuk mencegah masuknya mikroba ke dalam luka atau insisi. 

      Jumat, 24 Februari 2012

      Sejarah Mikrobiologi - Perkembangan Teknik dan Cara Kerja di Laboratorium Mikrobiologi


      1   5) PERKEMBANGAN TEKNIK DAN CARAKERJA DI LABORATORIUM MIKROBIOLOGI

      a.   Postulat Koch
      }  Dr. Koch dan rekan-rekannya mengembangkan beberapa prosdur perkembangan mikrobiologi. Hal ini mencakup prosedur untuk mewarnai bakteri agar mudah memeriksa / diamati dan teknik untuk membiakkan mikroba di laboratorium.
      }  Suatu teknik yang dikembangkannya adalah penggunaan media, yaitu suatu substrat untuk menumbuhkan bakteri, yang menjadi padat dan tetap tembus pandang pada suhu inkubasi (suhu yang cocok untuk pertumbuhan).
      }  Adapun media yang digunakan:
      1. Gelatin : kurang memadai karena suhu tumbuh menjadi cair
      2. Irisan kentang / wortel : kekurangan nutrien untuk mikroorganisme terutama yang berkaitan dengan tubuh manusia.
      3. Ekstrak ganggang laut / agar-agar:  dapat dilarutkan dalam larutan nutrien dan akan tetap padat dalam kisaran temperatur yang luas.


      b.   Konsepsi Biakan Murni
      }  Media agar merupakan substrat yang sangat baik untuk memisahkan campuran mikroorganisme sehingga setiap jenisnya menjadi terpisah-pisah.
      }  Dengan media agar dapat memungkinkan masing-masing bakteri yang berbeda jenis dapat tumbuh berjauhan dan dapat membentuk koloni sekelompok massa sel yang dapat dilihat dengan mata biasa.
      }  Semua sel dalam koloni itu sama, dianggap satu keturunan (progeni) satu mikroorganisme dan karena itu mewakili apa yang disebut dengan mikrobiologiawan biakan murni.
      }  Penggunaan agar pada media mikrobiologi yang semula diusulkan di laboratorium oleh Koch pada awal 1880an sampai sekarang digunakan secara luas sampai sekarang. 

      Biakan Bakteri Pada Media Agar
      * Perhatikan gambar di atas!
      Pada gambar di atas terdapat beberapa koloni bakteri, yaitu koloni bakteri berwarna merah, kuning dan putih (gading). Yang dimaksud dengan biakan murni adalah ketika salah satu dari koloni bakteri tersebut di pisahkan dan di buat ke dalam media agar yang baru.

      Koloni satu macam bakteri


      Sejarah Mikrobiologi - Teori Nutfah Penyakit


      4) TEORI NUTFAH PENYAKIT
      }  Konsepsi parasitisme, yakni adanya organisme yang hidup pada organisme lain dengan mengambil nutrien dari inang.
      }  Oliver Wendell Holmes (1809 – 1894) seorang fisikawan dan sastrawan dalam tahun 1843 secara tegas menyatakan bahwa demam nifas itu (demam yang timbul ketika baru melahirkan) yang sering fatal, menular dan boleh jadi disebabkan oleh mikroorganisme yang dibawa oleh bidan dan dokter dari ibu yang satu ke ibu yang lain.
      }  Robert Koch (1843 – 1910) meneliti masalah antraks di Jerman. Dia mengisolasi bakteri dari biri-biri yang mati karena antraks. Kemudian disuntikkan pada mencit dan mengisolasi kembali. Sehingga disimpulkan pertamakali bahwa bakteri yang merupakan penyebab penyakit hewan. 

      Senin, 14 Februari 2011

      Sejarah Mikrobiologi - Teori Nutfah Fermentasi


      1)      3) Teori Nutfah Fermentasi
      ž  Sejak zaman purbakala pembuatan makanan dan minuman yang meruakan hasil fermentasi telah bayak dilakukan. Tetapi cara-cara memperbaiki mutu produk-produk fermentasinya dengan cara mencoba-coba.
      ž  Setelah Pasteur menelaah proses pembuatan anggur maka orang mulai memahami mikroorganismelah yang menyebabkan terjadinya fermentasi.
      ž  Pasteur (1850-an) meakukan penelitian terhadap berbagai macam minuman dan meneliti mikroorganisme di dalamnya.
      ž  Untuk mendapatkan anggur yang terbaik maka proses fermentasi harus di mulai dengan biakan bakteri dari tong anggur yang dinilai baik, serta menghilangkan mikroorganisme yang tidak diinginkan.
      ž  Proses penghilangan mikrobanya dilakukan dengan pemanasan, tetapi tidak sampai merusak sari buah tetapi cukup membunuh mikroba.
      ž  Perlakuan dengan suhu 62,8 ˚C selama setengah jam dapat membunuh mikroba. Proses pemanasan ini disebut dengan Pasteurisasi.